Minggu, 14 Desember 2014



Sebelum menuju hal yang lebih rumit dari desain grafis, kita harus mengerti apa itu desain apa itu grafis, dan apa yang dimaksud desain grafis?

Pertama, Desain adalah proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi, Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang biasa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang sangat berguna dalam bidang gambar. 
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah objek. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.

Apakah sebutan perancang grafis ini? Perancang grafis sering disebut dengan desainer Grafis dalam bahasa Inggris yaitu Graphic Designer adalah profesi yang menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion. Perancang Grafis bertugas untuk menyampaikan sebuah informasi yang diinginkan oleh produk / klien dalam bentuk desain yang menarik. Seorang Desainer harus memiliki minimal 7 ( tujuh ) Dimensi Keilmuan yaitu :
  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial Dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat Dan Etika
    Point satu sampai lima digunakan untuk mengetahui cakupan hasil karya yang dituju sesuai dengan target tertentu.
  6. Kemampuan olah nirmana
    Dipakai untuk membuat hasil karya grafis yang menarik sekaligus mempunyai fungsi dan manfaat yang sesuai.
7.     Software Desain Grafis

Unsur dalam desain grafis tersebut adalah termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme(rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

    Pada desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan vector

a. Grafis Bitmap

Grafis desain bitmap dibentuk dengan raster / pixel / dot / titik /point  koordinat.
    Semakin banyak   jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin
    tinggi tingkat kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi 
    kapasitas filenya semakin besar. Beberapa grafis bitmap dapat ditemui di file komputer,
    yaitu file komputer yang berekstensi : .bmp, .jpg, .tif, .gif, dan .pcx. Grafis ini biasa
    digunakan untuk kepentingan foto-foto digital.

Program aplikasi grafis yang berbasis bitmap, antara lain : Adobe Photoshop, Corel
    Photopaint, Microsoft Photo Editor dan Macromedia Fireworks. Semua program tersebut
    Menawarkan kemudahan dan kelengkapan fiturnya.

b. Grafis Vector

Grafis ini tidak tergantung pada banyaknya pixel penyusunnya dan kondisi monitor
     karena tampilan vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan terlihat jelas meskipun
     dilakukan pembesaran. Penggunaan titik-titik koordinat dan rumus-rumus tertentu
     dapat menciptakan bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, bujur
     sangkar dan poligon.

Program aplikasi grafis yang berbasis vektor antara lain : CorelDraw, Macromedia
Free hand, Adobe Illustrator dan Micrografx Designer. Dan tiap-tiap masing nya program menghasilkan formatnya  sendiri – sendiri : CDR, .AI, .SVG, .EPS, dll.

Perbedaan 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar